Hawaii akan Buat Resor Bubble Agar Wisatawan Betah Jalani Karantina

Pandemi virus corona membuat sektor pariwisata terganggu dan terancam. Pembatasan perjalanan dan susahnya masuk negara lain menyebabkan industri perjalanan mengalami masa masa sulit saat pandemi Covid 19. Para pelaku wisata harus berinovasi untuk mendapatkan kunjungan wisatawan kembali di tengah pandemi Covid 19.

Nah, satu inovasi dilakukan di Hawaii dengan adanya "resor bubble". Dengan adanya resor bubble ini memungkinkan wisatawan masih bisa liburan meski sedang menunggu karantina selama 14 hari. Resor resor terpilih di Big Island, Kaua'i dan Maui akan menjadi "geofenced," memungkinkan para tamu untuk menjelajah di luar dan di sekitar akomodasi.

Namun wisatawan tidak diperbolehkan meninggalkan penginapan. Wisatawan akan dilacak dan diawasi ketat untuk memastikan bahwa mereka tetap berada dalam batas batas resor. Resor bubble ini sebenarnya masih dalam tahap ide, dan tidak jelas apakah akan diimplementasikan.

Keberhasilan mereka tergantung pada pengunjung yang bersedia untuk dipantau dan apakah ruang publik, seperti tempat makan, kolam renang dan toko, akan dibagi antara yang di karantina dan yang tidak. Negara bagian Hawaii mengatakan akan memperkenalkan tes penyaringan COVID 19 sebelum 1 September sehingga pengunjung yang dites 72 jam sebelum bepergian tidak harus dikarantina. Langkah langkah baru ini seharusnya sudah ada pada 1 Agustus, tetapi lonjakan dalam kasus dan masalah dengan mendapatkan hasil tes yang tepat waktu telah menunda tanggal pemberlakuannya.

Beberapa hotel di Hawaii telah menemukan cara unik untuk melakukan karantina, dengan memberi tamu kunci sekali pakai yang tidak akan berfungsi jika mereka meninggalkan kamar dan kemudian mencoba untuk masuk kembali. Hawaii, sebuah kepulauan kepulauan di Samudra Pasifik sekitar 2.500 mil dari pantai barat AS, menerapkan beberapa kebijakan virus corona paling awal dan paling ketat. Gubernur negara bagian itu menyatakan bahwa semua pengunjung dan penduduk yang kembali harus karantina mulai 21 Maret.

Orang orang yang melanggar aturan karantina dapat ditangkap dan didenda hingga 5.000 dolar Amerika atau Rp 73 Juta dan hampir 200 pelanggar telah ditangkap dan ditangkap dalam empat bulan terakhir.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top